Halim Nasution Nodai Sidang Paripurna Istimewa III dalam Rangka HUT Pasaman ke-73

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- "Ia menyatakan tokoh rantau, eh pulang kampung jadi tokoh pemecah belah umat, ha... ha", demikian dikatakan salah seorang anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat asal Pasaman, menanggapi pidato Halim Nasution pada sidang paripurna istimewa ulang tahun kabupaten Pasaman ke - 73.

Banyak pihak yang menyayangkan, sidang paripurna istimewa ke-III DPRD Kabupaten Pasaman, diwarnai dengan pernyataan dukungan politik kepada salah seorang calon anggota DPR RI dan kepada salah seorang calon anggota DPRD Provinsi Sumbar yang berasal dari kabupaten Pasaman. 

Disesalkan, karena ada putra daerah Pasaman yang selain itu yang maju calon DPR RI atau yang maju calon DPRD provinsi. 

Kapasitas Halim Nasution berpidato pada acara tersebut adalah sebagai Ketua Harian Perpas Raya Jabodetabek. Dukungan tersebut disampaikan Halim Nasution untuk Hasbullah Nasution, caleg DPR RI dan Benny Utama, caleg DPRD Provinsi Sumbar.

Padahal, selain dua nama itu, ada Endang Tirtana dan Burhanuddin Pasaribu untuk DPR RI. Ada nama Sabar AS, Muzli M Nur, Zusmawati, Sarifuddin, Eri Supriadi, Suharjono, Khairuddin Simanjuntak, Sawal Dt Putiah, Hambali serta sederet nama lainnya calon untuk DPRD Provinsi Sumatera Barat. 

Pernyataan dukungan kepada dua calon legislatif oleh Halim Nasution tersebut, menuai kritikan yang masuk akal. 

Salah satunya datang dari Khairuddin Simanjuntak, anggota DPRD Pasaman fraksi Gerinda. Menurut Juntak, sapaan akrabnya, dukungan yang disampaikan oleh tokoh perantau Jabodetabek itu kepada dua tokoh untuk pileg mendatang, tidak etis. 

"Sambutan perantau tadi menurut saya kurang etis. Tidak tepat disampaikan pada forum resmi, seperti sidang paripurna yang dihadiri banyak tokoh politik, banyak caleg," kecam Juntak.

Baiknya, kata Juntak, pernyataan dukungan politik kepada person to person pada pemilihan legislatif nanti dilakukan diluar agenda paripurna istimewa. 

"Diluar, silahkan saja. Itu sah-sah saja. Tapi, kalau dalam paripurna Istimewa tadi, saya rasa tidak tepat, tidak etis dia menyampaikan hal itu. Yang maju caleg DPRD Provinsi dan DPR RI, kan banyak. Tidak hanya dua orang itu saja," tukasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rahmat Setia, anggota DPRD dari Fraksi PAN. Ia mengatakan, bahwa dukungan kepada kedua tokoh itu untuk dimenangkan pada Pemilu 2019 nanti tidak pas dilakukan dalam sidang paripurna istimewa DPRD. 

"Sangat disayangkanlah pernyataan dukungan itu disampaikan pada forum yang seharusnya bebas dari hal begituan," ucapnya. 

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Fraksi Demokrat, Sabar AS juga memiliki pandangan yang sama. Menurutnya, hal itu kurang elok dan etis disampaikan pada forum sidang paripurna yang terhormat.

"Kita apresiasi putra daerah Pasaman terhadap siapapun yang punya kemauan dan kapasitas untuk berperan di provinsi dan pusat guna percepatan pembangunan daerah", kata Sabar As.

Menurut Sabar As, terkait pernyataan tokoh tersebut dirasa kurang elok dan etis karna disampaikan pada forum sidang paripurna yang harusnya berdiri diatas semua partai politik dan masyarakat Pasaman. 

Dalam sambutannya pada sidang paripurna istimewa tersebut, tokoh perantau Jabodetabek, Halim Nasution menyerukan agar masyarakat Pasaman bersama-sama memenangkan kedua putra terbaik daerah itu pada pileg 2019 nanti. 

"Mari kita dukung kedua putra terbaik Pasaman ini. Mari bersama-sama kita hantarkan Benny Utama menjadi pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat dan Hasbullah Nasution ke DPR RI, agar kita punya wakil yang bisa menyampaikan dan memperjuangkan kepentingan Kabupaten Pasaman ditingkat nasional," seru Halim. (*

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita